Mengatasi Keterbatasan Dalam Istiqomah

Cara mengatasi keterbatasan dalam beristiqamah
Keterbatasan dalam beristiqamah yang telah diperintahkan oleh Allah tidak akan dapat dihindari, oleh karena itu sebagai upaya untuk menggantikan dan menyempurnakannya kita diperintahkan untuk memohon ampunan kepadaNya sebagai bentuk taubat dan kembali ke jalan istiqamah. Hal ini disinggung dalam firman Allah Ta'ala berfirman: "amaka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nyaa ".(QS. 41/Fushshilat: 6). Ayat ini senada dengan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam kepada Mu'adz bin Jabal: "takutlah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada, dan ikutilah (timbalilah) perbuatan jelek dengan kebaikan niscaya ia akan menghapus (kejelekan tersebut)". Sebab, sebagaimana sabda beliau Shallallahu 'alaihi wasallam yang lain bahwa manusia tidak akan sanggup beristiqamah dengan sebenar-benar istiqamah (H.R.Ahmad).
Intisari Hadits
  • Istiqamah amat terkait dengan tauhid dan keimanan yang benar terhadap Rabb.
  • Jalan menuju istiqamah amat sulit dan tidak mungkin dapat beristiqamah dengan sebenar-benarnya, karenanya perlu dibarengi dengan istighfar sebagai bentuk taubat dan upaya kembali ke jalan istiqamah.
Ilmu Fiqh