Hubungan Dunia Maya Dan Etika

HUBUNGAN ETIKA DENGAN DUNIA MAYA Etika di Internet dikenal dengan istilah Netiquette (Network Etiquette), yaitu semacam tatakrama dalam menggunakan Internet. Etika , lebih erat kaitannya dengan kepribadian masing- masing. Jadi tak semua pengguna Internet mentaati aturan tersebut. Namun ada baiknya jika kita mengetahui dan menerapkannya. Dibawah ini ada beberapa etika yang dapat diterapkan antaralain: 1. Kesan Pertama di Tangan Anda Di dunia nyata, orang seringkali menilai seseorang dari penampilan, sebelum mengetahui perangai yang sebenarnya. Oleh karena itu, banyak yang mengutamakan penampilan untuk mendapatkan kesan terbaik. Kecuali pada saat menggunakan layanan video conference, orang lain di dunia sana tak akan mengetahui pakaian apa yang Anda kenakan saat menggunakan Internet. Kemeja rapi dan wanginya parfum tak akan membawa pengaruh apa-apa. Tetapi tangan Anda akan sangat berguna, karena sebagai besar komunikasi di Internet disajikan dalam bentuk teks. Tangan Anda akan menghasilkan tulisan yang memberikan kesan pada orang lain. Tulisan yang ringkas, jelas, tetapi menggunakan tata bahasa yang benar akan lebih dihargai daripada tulisan yang asal ketik. Di Internet, editor tulisan Anda adalah Anda sendiri. Pengetahuan dasar tata bahasa akan menjadi modal Anda ketika ber- internet. 2. Hindari Penggunaan Huruf Kapital Menggunakan huruf kapital (uppercase) tidak dilarang. Tetapi jika berlebihan, misalnya sampai satu alinea, apalagi diimbuhi dengan tanda seru, orang akan malas membacanya. Tak hanya itu, karena huruf kapital seringkali dianalogikan pada suasana orang yang sedang emosi, marah, atau berteriak- teriak. Gunakan huruf kapital satu-dua kata hanya untuk penegasan pada kata tersebut. 3. Memberi Judul dengan Jelas Ketika mengirim sebuah email, Anda harus memberikan judul pada email tersebut. Seperti halnya tulisan pada koran atau majalah, judul harus menggambarkan isi tulisan. Judul inilah yang pertama kali dilihat oleh penerima email. Judul seperti "Mau Bertanya ", "Tanggapan", dan sebagainya, cenderung diabaikan karena tidak spesifisik. Disarankan untuk memberi judul seperti: ? Pertanyaan tentang masalah catridge pada printer. ? Tanggapan tentang penanggulangan masalah catridge pada printer. 4. Menggunakan BCC daripada CC pada Email Alamat email bagian privasi seseorang. Beberapa orang mungkin kurang suka jika alamat email-nya disebarkan kepada umum. Mengirim email ke banyak alamat menggunakan CC memungkinkan penerima mengetahui setiap alamat email yang kita kirim. Oleh karena itu, sebaiknya kita menggunakan BCC jika mengirimkan email secara masal. 5. Membalas Email dengan Cepat Idealnya membalas email paling lambat 24 jam setelah email itu diterima. Tetapi tidak setiap orang selalu terkoneksi ke Internet, apalagi di Indonesia yang masih banyak menggunakan jasa warnet untuk mengunjungi dunia maya. Setidaknya, kita harus segera membalasnya ketika sebuah email dibaca. Jika belum sempat, beritahu pengirim bahwa kita akan membalasnya di kemudian hari. 6. Membaca Dulu, Baru Bertanya Internet tempat berbagai pengetahuan. Ada kalanya kita ikut bergambung pada sebuah forum diskusi yang membahas salah satu bidang ilmu. Di sana kita bisa berkonsultasi. Setiap pertanyaan dan jawaban pada forum selalu diarsipkan untuk dibaca kembali oleh anggota forum. Usahakan agar kita membaca dulu apa yang sudah dibahas pada forum tersebut sebelum bertanya. Fasilitas pencarian bisa membantu Anda untuk menemukannya. 7. Tidak Mengirim File yang Terlalu Besar Kecepatan untuk akses Internet berbeda-beda. Oleh karena itu, pertimbangkan juga jika akan mengirimkan file. File dengan ukuran lebih dari 5 MB akan memperlambat proses download. Gunakan program kompresi file jika diperlukan. 8. Menggunakan Kutipan Ketika Anda bertemu dengan seorang teman dan tiba-tiba ia berkata: "sepuluh ribu", mungkin Anda akan mengernyitkan kening karena heran. Berbeda dengan bila ia berkata: "kemarin kamu menanyakan harga buku matematika. Ternyata harganya sepuluh ribu ". Di Internet, kutipan diperlukan bila kita membalas suatu email atau memberi
tanggapan di pada milis. Contohnya: Balasan tanpa kutipan: Ya, saya akan datang. Balasan dengan kutipan: > Saya mengundangmu datang ke Bandung minggu ini. Ya, saya akan datang. 9. Tidak Hanya Copy-Paste Internet memungkinkan siapapun untuk mengambil konten dengan mudah dan cepat. Konten yang kita ambil tersebut, misalnya sebuah artikel, tentunya hasil jerih payah orang lain ketika menulisnya. Catatlah nama penulis serta URL tempat tulisan tersebut, dan cantumkan ketika kita menggunakannya sebagai referensi. 10. Kembali pada Diri Sendiri Perilaku kita berinternet memang tak akan ada yang memantau. Di ruangan tanpa tatap muka, siapapun bisa berbuat berdasarkan kehendaknya. Seringkali kita menemukan informasi palsu, kata-kata tak senonoh, dan perilaku lainnya yang kurang pantas secara etika. Di Internet juga terdiri dari kumpulan pengguna Internet yang entah ada di mana, berapa umurnya, bagaimana wataknya, dan sebagainya. Menghadapi dunia macam ini, semestinya kita berlapang dada. Ada baiknya juga bertanya pada diri sendiri, kita ingin diperlakukan seperti apa dan apa yang kita lakukan kepada orang lain. Berikut ini adalah pelajaran- pelajaran penting yang dapat diterapkan, agar tidak terjadi kesalahan dalam komunikasi di dunia maya, antaralain: 1. Rule#1 - Kita cuma bertegur sapa dalam tulisan, bukan fisikal. Contoh kasus : Ini pelajaran paling pertama yang saya dapat sewaktu mengikuti sebuah milis teman satu angkatan. Kita suda bergaul dan berteman akrab selama 5-6 tahun. Kadang terdapat canda yang bersifat sarkastis, kasar dan menjatuhkan satu sama lain. Pada saat itu kita masih bisa tertawa di atas "penderitaan " orang lain. Dan,yang paling penting "No Heart Feeling ". Itu ketika kita masih sama-sama sekolah dan bertatap muka. Masing-masing sudah mengerti gesture dan mimik wajah teman kita ketika mereka berkeberatan atau tidak suka dengan hal itu. Ketika itu kita suda sama- sama lulus sekolah. Kita hanya bertegur sapa lewat milis. Hanya beberapa orang saja yang masih dapat bertemu langsung karena ada kedekatan geografis. Seorang teman bertanya apa manfaat ikutan seminar Tung Desem Waringin lewat milis. Banyak feedback yang menjawab. Serius, setengah serius, dan bahkan tidak berhubungan secara langsung. Saya waktu itu jawab, "Biar tau belangnya BC". Nanti kalo sudah mengetahui, bisa jadi bos. " Seorang teman dengan nada tinggi menjawab, "LU LIAT TULISAN LU. LU GA MALU MEMPERMALUKAN DIRI SENDIRI ". Dalam email itu saya tebar emoticon. Respon itu jika dalam dunia nyata saya sampaikan dalam nada bercanda. Ternyata pesan implisit itu tidak sampai ke sasaran. Saya malu berat. Lesson Learned #1: Emoticon tidak selalu mewakili. Sebaiknya, selalu berbicara dalam konteks yang tepat itu akan lebih baik. 2. Rule#2 - Bertindak sopan itu selalu lebih baik Contoh kasus: Pernah dalam suatu waktu mailing list beasiswa heboh. Ada salah satu member senior yang merasa terganggu dengan tindakan user-user lain yang tidak tau sopan santun. Ceritanya si member senior ini sering memberi tip dan trik mendapatkan beasiswa. Karena merasa cocok dengan pendekatan yang dilakukan si senior ini, beberapa member lain meminta tolong secara seenaknya lewat YM. Sok akrab (dengan memanggil 'lu' dan 'gw '), Sok tau (salah satu member melabel si senior, "Sombong ga pernah jawab message gw) dan terakhir, menganggap si senior adalah ensiklopedia tempat jawaban semua hal. Si senior merasa tindakan sok akrab itu menyinggungnya, karena beliau merasa TIDAK KENAL dengan si penyapa. Apalagi dilabelin "sombong", waduh ¿ tersinggung berat dia. Kesibukan dan mungkin cara bertanya yang kurang sopan itu yang membuat si senior ini mengabaikan pesan singkat itu. Lesson Learned #2: Tiap orang berada dalam domain yang berbeda. Perhatikan Rule #1, kita tidak pernah tau dengan siapa kita berbicara. Bukan salah anda jika menganggap lawan bicara adalah sebaya dengan kita, punya banyak waktu luang dan serba tau. Anda tidak pernah tau bentuk fisikalnya bukan? Bisa jadi yang kita anggap begitu adalah seorang kandidat doktor yang sangat sibuk untuk menyiapkan kuliahnya, hanya punya waktu hal-hal serius dan sudah berkeluarga. Olehkarena itu selalu lebih baik bertindak sopan kepada siapapun. 3. Rule#3 - Mengikuti adat istadat setempat. Contoh kasus: Ada satu forum di Kaskus yang isinya hanya caci maki, SARA dan debat kusir, tidak ilmiah dan kesannya mengada-ada. Yak ¿jika anda seorang kaskuser pasti familiar dengan thread FIGHT CLUB ato FC. Saya tidak menikmati diskusi itu. Tapi ada orang-orang tertentu yang merasa mendapat kepuasan batin dengan bertarung di FC. Ini mungkin mirip kepuasan saya ketika dapat kenaikan gaji. Hanya di thread ini, caci maki bertebaran. SARA dihalalkan. Di thread lain, bisa kena timpuk bata merah. Ibaratnya, anda sudah disediakan WC untuk tempat kencing. Jangan coba-coba kencing di ruang tamu ato kamar tidur (kecuali ngompol). Saya sendiri tidak setuju dengan forum itu. Tapi, saya memilih untuk menjauhi forum itu dan tidak cobacoba "kencing " di thread lain. Begitu juga ada dengan mailing list ato milis. Tiap milis punya aturan. Mengikuti saja. Tidak ada ruginya dengan bertindak sopan. Lesson learned #3. Jika kita masuk dalam komunitas, maka kita harus MAU atau TIDAK MAU, mengikuti adat istiadatnya. jika dirasa tidak cocok, berarti jangan pernah mengikuti komunitas itu. Cari saja yang cocok. Aturan yang sama juga berlaku di dunia maya. Mengutip ucapan orang bijak, "You give respect. You get respect. Yang terakhir ini, bukan suatu rules. Tapi sekedar himbauan dalam berkirim email. Jangan membiasakan hal seperti berkut ini: Subjek dan isi tidak berkaitan sehingga Out of Topic One-line posting. Me-reply semua message tanpa berusaha mengedit bagian-bagian yang diperlukan. Tidak semua orang punya bandwith besar. Bisa anda bayangkan seseorang yang haus informasi mengakses internet di warnet. Berusaha menggali informasi pelan- pelan dengan membuka email satu persatu. Dan dia menjumpai banyak email yang berkategori diatas, bisa anda bayangkan bagaimana perasaannya?